Share

Sistem operasi portabel adalah sistem operasi yang kompatibel dengan beberapa platform perangkat keras. Sebagian besar sistem operasi portabel berukuran ringan dan mudah dibawa dalam drive CD atau USB. Menjalankan sistem operasi dari drive CD / USB disebut dengan live CD / USB. Meski sistem operasi portabel itu ringan, kinerjanya tidak boleh diremehkan dan kebanyakan bersifat open source sehingga memiliki dukungan yang sangat kuat dari komunitas.

 

Tidak ada salahnya menyimpan satu sistem operasi portable sebagai bagian dari sistem pertolongan pertama untuk Anda. Anda bisa boot sistem operasi ini dari USB, mengambil data Anda dan mengubah PC mati Anda menjadi hidup. Berikut ini 7 distro linux paling populer yang bisa di-boot dari USB :

  1. Puppy Linux
    Puppy Linux adalah Linux ultra kecil yang memiliki UI yang user-friendly. Distro Linux ini cocok untuk komputasi dasar dan penjelajahan web. Puppy dapat menyimpan data sesi dalam file terpisah. Distro Linux ini memiliki manajer paket sendiri, yang membuat aplikasi tambahan mudah untuk ditambahkan. Alat konfigurasi memungkinkan pengguna untuk men-tweak pengaturan sistem. Setelah melakukan kostumisasi, menyesuaikan dan menginstal aplikasi tambahan, pengguna dapat menyimpan semua konfigurasi distro Linux ini dengan menggunakan alat remastering.
    Fitur :
    Ukuran : 100MB | RAM : 256MB | Window Manager : JWM
  2. Slax
    Slax adalah distro Linux yang user-friendly. Versi standar Slax berukuran sangat kecil yaitu 210MB. Ukuran Linux portabel ini bergantung pada pengguna, dan distro ini bersifat modular. Manfaat konsep distro modular adalah pengguna dapat menambahkan atau mengurangi modul sebelum mendownload sistem operasi. Jika tidak memerlukan perangkat lunak perkantoran, kita dapat menghapusnya sebelum mendownload, atau menambahkan alat multimedia jika kita menginginkannya. Distro Linux ini dikemas dalam satu direktori / slax /. Slax tersedia dalam 32 bit dan 64 bit. Untuk komputer lama, tentunya disarankan versi 32 bit, sedangkan versi 64 bit untuk model komputer modern.
    Fitur :
    Ukuran : 210MB | RAM : 256MB | Window Manager : KDE | Modular
  3. BackTrack
    BackTrack memang tidak ringan untuk ukuran sistem operasi portable, memang sedikit berat dengan ukuran 2GB. Namun 300 lebih aplikasi yang tersedia cukup untuk mengambarkan ukuran distro linux ini. BackTrack dianggap sebagai favorit hacker, karena memang lebih banyak digunakan untuk pengujian keamanan. Meskipun BackTrack Linux memiliki beberapa aplikasi dengan tampilan grafis. Tapi distro linux ini bagus untuk para ahli command line.
    Fitur :
    Ukuran : 2GB | RAM : 512MB | Window Manager : GNOME, KDE | pengujian keamanan
  4. Damn Small Linux
    Sesuai namanya, Damn Small Linux sangat kecil karena hanya berukuran 50MB. Ukurannya yang kecil tidak berarti distro linux ini tidak bisa dihandalkan. Distro linux ini berjalan sangat cepat bahkan pada perangkat keras yang sudah tua. Damn Small Linux mengemas banyak aplikasi seperti Firefox, VNC viewer, file manager, instant messenger dan bahkan web server. Dengan demikian Damn Small Linux mampu melakukan browsing web, menulis dokumen, mengatur file, memutar musik, memanipulasi gambar dan lainnya. Distro linux portable ini bahkan bisa berfungsi sebagai server (SSH / FTP / HTTPD) langsung dari live CD / USB drive.
    Fitur :
    Ukuran : 50MB | RAM : 256MB | Window Manager : Fluxbox, JWM
  5. Porteus Linux
    Distro Linux ini berukuran kurang dari 300MB. Porteus tersedia dalam 32 bit dan 64 bit. Mirip dengan Slax, Porteus juga bersifat modular. Modul precompiled dapat diaktifkan atau dinonaktifkan sebelum mendownload distro Linux ini. Pengguna bisa memilih software default dan memilih aplikasi seperti browser, office, dll. Bahkan Skype pun bisa di atur sebagai aplikasi default.
    Fitur :
    Ukuran : 300MB | RAM : 256MB | Window Manager : KDE | Modular
  6. Tiny Core Linux
    Hanya berukuran 10MB menjadikan distro Linux ini menjadi yang terkecil dari semua sistem operasi portable. Namun salah satu kelemahan karena begitu kecil adalah tidak mengemas berbagai aplikasi serta tidak ada manajer file. Tapi tentunya bisa diinstal oleh pengguna. Tiny Core Linux sangat cepat dan responsif. Distro linux ini memiliki window manager, custom tools, dan tentunya terminal.
    Fitur :
    Ukuran : 10MB | RAM : 48MB
  7. Knoppix
    Knoppix adalah distro Linux yang mapan dan stabil. Knoppix adalah salah satu distro live CD pertama yang sangat populer. Tersedia lebih dari 1000 paket perangkat lunak. Browser seperti Chromium, Firefox / Ice weasel juga tersedia. Untuk aplikasi perkantoran Libre office tersedia. Terdapat tool untuk penyelamatan data dan perbaikan sistem. Ada banyak distro yang berasal dari Knoppix antara lain Adriane Knoppix, Damn Small Linux, dan Kali Linux.
    Fitur :
    Ukuran : 700MB | RAM : 128MB | Window Manager : KDE

Baca : Distro Linux Paling Populer