Menengok Kembali Game Winning Eleven Di PS1

Share

Bagi yang ingin tahu cara memainkan game PS1 di PC atau laptop, silakan klik cara menggunakan emulator ePSXe.

Ketika masih SMP, di Indonesia sekitar dihebohkan oleh game console buatan Sony yaitu PS1 atau PSX. Diiringi dengan menjamurnya rental PS1 di berbagai tempat, seakan membuat tempat main game ding dong yang biasanya ramai menjadi sepi. Di lingkungan saya, harga sewa PS1 perjam saat itu Rp. 3,000. Dan akhirnya kemudian, game yang menguasai rental saat itu adalah FIFA dan WE. Sehingga muncul 2 kubu yang fanatik dengan game tersebut, sama seperti perdebatan antara apple user dengan android user saat ini. Mungkin karena gameplay dan grafis yang lebih menarik, akhirnya WE memenangkannya.

Game WE yang fenomenal ini memang merubah pandangan gamer tentang game sepak bola pada masa itu. Game2 yang terdahulu bisa dibilang kaku dan kurang adanya gameplay yang menarik selain hanya bertanding. Lompatan dengan grafis 3D, komentator, suara penonton menambah menarik permainan ini. Awalnya karena masalah lisensi, nama pemain disamarkan, misalnya Ronaldo menjadi Lombardo, Roberto Larcos, Van Nistelroom, dan Gregs. Tapi setelah Konami mendapatkan lisensinya, memainkan WE juga menjadi tambah menarik.

Berikut ini merupakan serba serbi game Winning Eleven di PS1:

  • Gameplay yang sangat baik pada masanya. Game sepakbola ini memiliki gameplay yang lengkap, mulai dari partai eksebisi, turnamen, master league, training dan lain lain. Master league mode adalah yang paling saya sukai kalau bermain sendiri. Kita bisa membangun tim dari liga terbawah, kemudian mengumpulkan uang untuk membeli pemain-pemain bintang. Kalau Anda masih ingat dengan nama-nama pemain seperti : Miranda, Castolo, Baroja, Burchet dan lain lain berarti Anda pernah memainkannya.
  • Grafis yang memikat. Ya, untuk grafis biasa dibilang revolusioner pada jamannya. Tampilan 3 dimensi, dan tentunya wajah pemain idola bisa sangat kita kenali. Termasuk di pemain-pemain yang memiliki tampilan beda seperti berambut panjang, brewokan, kurus ataupun gemuk. Gerak pemain, arah bola sampai suara riuhnya penonton juga menambah menarik permainan ini.
  • Suara komentator yang sangat mudah ditiru. Kalau dicermati sebenarnya koleksi suara untuk komentator masih sangat sedikit. Biasanya terdengar suto (shoot), konerkik (cornerkick), wan cu (one two), sro in (throw in) dan… gol gol gol…. hahahahaha
  • Mengumpulkan pemain dengan speed 19. Kalau kita memainkan master league mode, dipastikan juga pasti akan mengumpulkan pemain dengan speed 19. Jaminan dari pemain ini adalah tidak mungkin bisa dikejar lari oleh pemain lain. Daftar pemain dengan speed 19 adalah Shevchenko, Henry, Giggs, Roberto Carlos, dll.
  • Koleksi goal reply yang disimpan di memori card. Gol dengan tendangan salto, gol dari tendangan jarak jauh, ataupun gol karena adanya bug dalam game ini wajib disimpan di memori card.
  • Adanya pengaturan formasi yang mempercantik permainan. Kita bisa mengkostumisasi formasi yang telah disediakan misalnya : 4-4-2, 3-5-2, 4-3-3 dengan mengeser posisi pemain. Bisa menentukan strategi bertahan dan menyerang, buat yang master bisa melakukan perubahan komposisi selama pertandingan dengan memencet tombol2 kotak, segitiga ataupun bulat.
  • Ketika bola masih on, temen mencet tombol start buat ngerubah formasi. Ini adalah hal yang sangat bikin kesal, apalagi ketika kita sedang dalam posisi menyerang.
  • Pemain paling populer adalah Roberto Carlos. Pemain ini memiliki speed 19 dan shot power 19, menjadikannya pemain dari planet lain di WE. Tidak ada yang memakainya sebagai bek kiri, pasti striker 😀
  • Dilarang pakai radar, ya karena radar mengganggu penglihatan.
  • Dan ini yang paling penting, hal terlarang selama permainan adalah memencet tombol L1 + tombol X ketika membawa bola. Teknik ini lebih populer dengan nama wan cu.

Di dalam perkembangannya sekarang WE yang sekarang lebih dikenal dengan PES di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat pesat. Gameplay dan grafis tentunya telah berkembang, cara memainkannya juga lebih rumit dari sebelumnya. Kalau dulu hanya cukup oper, lari dan tendang sekarang jauh lebih rumit.

Akhirnya kalau punya uang sepertinya ingin memiliki PS1 lagi 🙂

4 Comments

  1. Gan,,ana pngen tahu caranya biar lengkapin tenpat kosong di we road to euro 2004 ps1,,
    Club dah dapet,,team word dah juga,,
    Spertinya 8 tmpat kosong lagi diisi sama team euro sama 7negara classic,,yg belanda,argen,brazil,inggris,prancis,jerman italy,,,
    Ane bingung dah namatin di master sama ligue,,diulang2 gk dapet hadiah lagi slain club dan team word,,,
    Mhon infonya gan,thanks

    • mm
      yudana

      September 22, 2016 at 12:47 pm

      Hi gan,

      Coba menangkan international cup dengan negara2 :
      – Belanda
      – Agentina
      – Brazil
      – Inggris
      – Prancis
      – Jerman
      – Itali

  2. Halo gan…
    tanya nih..
    ada link WE versi club nggak?
    susah banget perasaan carinya… hehehe
    makasih

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*