Mengapa Sebaiknya Anda Tidak Menjadi Programmer!

Share

Jangan jadi programmer

1. Belajar Terus Menerus

Jika Anda jadi programmer, Anda harus lebih lebih hebat dari superman. Pekerjaan superman aslinya cuma wartawan, dan kemampuan supernya sudah ada secara default dari lahir, sedangkan jika Anda jadi programmer, Anda harus mendapatkan “kekuatan super” Anda sedikit demi sedikit, dan jangan dikira Anda hanya balajar bahasa pemrograman saja itu cukup, Anda harus belajar apapun yang diminta klien, misalnya Anda membuat program untuk bank maka harus belajar perbankan, program penjualan maka harus berpikir sebagai penjual, Anda siap jadi apa saja.

Sebagai contoh nyata Anda adalah programmer web dengan php, dulu Anda cukup bisa php, mysql, javascript. Sekarang itu saja ga cukup, Anda harus menguasai ajax, Jquery, json, xml, web API, framework, cloud dan segudang istilah teknis yang keluar hampir tiap hari! muntah deh pokoknya!

 

2. Berpikir 24 jam nonstop

Anda pikir programmer (terutama programmer yang kerja di kantor) hanya berpikir selama 8 jam sehari? tidak, apalagi programmer freelance. Programer berpikir 24 jam nonstop, saat makan, saat di WC, Anda masih memikirkan program yang tadi ga jalan, dan “BINGO” setan memberi tahu kesalahan atau solusi persis saat Anda cebokan. Kalau sudah akut, bahkan mimpi Anda juga berisi kode program yang Anda kerjakan. Begitu senangnya bahwa program selesai dibuat tapi saat bangun, weeeh…programnya masih error!

 

3. Menjadi Budak !

Anda harus siap jadi budak bos Anda, atau klien anda, bayangkan Anda jadi programmer  untuk membuat program ”sederhana” . Programnya sederhana memang, cukup membuat program android satu tombol yang jika di klik tombolnya maka BOM Nuklir di Iran akan meluncur ke negara yahudi, gampang kan cuman 1 tombol. Tentunya bos Anda akan senang hati menerima proyek gampang tersebut dengan nilai duit yang besar, semantara Anda hanya bisa membenturkan kepala anda berkali kali ke tembok. Ingat, cuman satu tombol, gampang kok!

 

4. Berasa jadi Buronan tiap hari

Hampir tiap 5 menit sms datang tanya ”dah selesai bro programnya?”, webnya dah jadi belum mas, kemarin revisinya gimana mas, mas cuman revisi dikit kok lama ya, terror terus berdatangan bahkan saat anda tidur, itu kalau anda freelance, tapi kalo anda programmer kantoran itu juga ga jauh beda, cuman yang bertanya bos yang tiba tiba muncul dibelakang anda dan bertanya:” Sampaimana proggressnya?”

Banyak mahasiswa stres dan pusing setengah mati ketika deadline pengumpulan naskah dan programnya belum selesai padahal kurang dari 1 minggu lagi, programmer hampir tiap hari di deadline, kata teman saya,berasa pendadaran tiap hari, dan jika anda gagal saat deadline, anda dipecat, tidak dibayar atau client membatalkan perjanjian, mereka menganggap pekerjaan programmer tuh gampang, tinggal ketik, copy paste code, terus jalan, apa susahnya eh… ,!

 

5. Bayarannya dikit

Jangan mimpi kalau programmer di Indonesia hidup makmur, tinggal buat program, duit mengalir, jutaan atau puluhan juta, ingat itu cuman di dunia mimpi, kenyataan di lapangan, programmer Indonesia cuman mendapat gaji kurang dari 10% dari teman temannya di Amerika. Programmer itu diperas habis habisan otaknya namun dibayar seperti buruh bangunan, makanya banyakan programmer itu kurus, jarang mandi, dan kamar brantakan karena kerja dari bangun tidur sampai mau tidur lagi!

 

6. Susah dapat cewek

Berbeda dengan pemain bola atau fotografer, yang selalu di gandrungi cewek cewek. Dengan penampilan dekil dan jarang mandi, jarang yang suka sama programmer. Ingat, programmer itu hidup sendiri dengan teman setia komputer, makanya jarang bergaul dengan manusia, saat programmer mulai menghidupkan komputer, itulah saatnya dia masuk “real life” sedangkan saat bersosial itu hal yang sulit, programmer kurang pintar dari sisi sosial.

 

7. Masa depan tidak jelas!

Sekarang sudah banyak aplikasi instan, visual GUI generator dan CMS instan bertebaran di internet, masa depan programmer itu suram, ga enak, ga jelas, kalau pingin hidup aman, jadilah PNS, bahkan saat Anda tidur atau baca koran, Anda tetap dibayar, sekali lagi, masa depan tidak jelas.

 

8. Tidak ada hari libur,

Berbeda dengan pegawai kantor yang selalu berbunga bunga ketika akhir weekend atau istilah kerennya TGIF, menikmati hari libur bersama keluarga. Tidak ada yang namanya hari libur bagi programmer, senin, minggu, libur tahun baru, valentine itu sama saja, hari itu flat, datar dan meskipun ada bom di sebelah rumah, tetap tidak akan mengalihkan perhatian karena masih ada yang error.

 

9. (Dianggap) ga punya perasaan

Memang sih pernyataan di atas tidak selamanya benar, tapi dengan bekerja secara logic tiap hari, maka semuanya dipikir secara logic, kadang berbicara kasar, ga sabar dan kadang seperti orang gila teriak teriak sendiri, benturin kepala ke tembok atu tepok jidat itu tiap hari dilakukannya hanya gara gara 1 baris kode error! Ingat kadang proggramer itu lebih menyeramkan daripada bulldog! Jika ingin ketemu dengan programer, carilah saat yang tepat, misalnya saat nonton acara komedi atau bola!

 

10. Dianggap tidak tepat janji!

Ada stereotipe yang menganggap programmer adalah orang yang tidak tepat janji, misal janji kalau program selesai besok, eh ternyata belum jadi, Anda pikir programmer itu malas, buang jauh jauh pikiran itu, kadang programer memang tidak menulis kode, karena bingung mau nulis apa, namun otaknya jalan terus, mencari solusi itu bisa berhari hari, Anda pikir nulis program itu seperti nyusun batu bata seperti tukang bangunan. TIDAK programmer tidak menepati janjinya karena programming adalah bidang yang paling tidak pasti dalam hal “kapan selasai”nya. Anda mungkin berpikir, ah masa, lu aja kale yang ga profesional? Sekali lagi pikir dulu sebelum ngomong! perusahaan sekelas microsoft kadang menunda rilis produk selama 6 bulan lebih karena proyek program yang rencananya dirilis belum sempurna, programmernya malas? JELAS TIDAK. programer di microsoft itu kelas wahid, begitu juga di peruasahaan besar lainnya, Oracle, Google, Apple semuanya sering menunda rilis produk karena fitur yang dijanjikan kadang lebih sulit dari yang diduga. Berpikir positiflah jika program Anda belum selesai dibuat oleh programmer!.

 

Dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya tidak bermaksud menjelek – jelekkan programmer. Karena saya sendiri kuli koding…!!

4 Comments

  1. Hmm bener juga tuh beroo.. gua juga ngalamin

  2. IT memang sangat fenomenal diantara pekerjaan lainnya

  3. Wah pikir pikir lagi dech jadi programmer 😀

  4. pengin kaya… hindari kerja sebagai programmer. Profesi programmer itu suka puas sendiri… sementara si client bego itu menganggap kerja programmer itu gampang…!

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*