MINIX Sistem Operasi Yang Berukuran Mini

Share

Pada saat masih kuliah saya sangat gemar sekali mencoba berbagai sistem operasi, terutama yang berukuran kecil. Meskipun hanya menghandalkan software virtualisasi, tapi sedikit tidaknya bisa tahu apa saja isi di dalamnya. Tentu yang paling banyak pilihan adalah linux, mulai dari distro yang berukuran kurang dari 100MB sampai pada distro yang instalasinya bisa memakai 5 CD.

Ada sistem operasi yang memang berukuran mini, yaitu MINIX. MINIX pertama kali diperkenalkan oleh Andrew S. Tanenbaum, tujuan utama dari sistem operasi ini adalah untuk pendidikan. MINIX pertama kali dirilis pada tahun 1987, dengan semua source code-nya tersedia untuk pelatihan dan riset. Hingga sekarang MINIX adalah open source dan memiliki banyak komunitas tentunya. Rilis terakhir dari sistem operasi ini adalah MINIX 3.

Beberapa kelebihan MINIX, adalah :

  1. Kernel yang berukuran kecil
    Sistem operasi pada umumnya memiliki kernel dengan jutaan baris kode, misalnya linux dan Windows. Tapi hal ini tidak terjadi di MINIX, MINIX memiliki 6000 baris kode sehingga memudahkan di dalam pencarian bug.
  2. Kemudahan di dalam mencari bug
    Pada umumnya driver dari perangkat ditanamkan di dalam kernel. Hal itu berarti, setiap ada perangkat yang baru kita juga harus memasukkannya di dalam kernel. Dan jika terjadi kesalahan, maka membuat sistem yang berjalan menjadi rusak. Di MINIX, setiap driver dari perangkat dipisahkan dalam proses yang terjadi di user-mode. Driver tidak bisa dieksekusi jika tidak mendapatkan ijin dari kernel, menjalankan intruksi untuk input output dan menulis di memori. Setiap proses harus melakukan panggilan ke kernel terlebih dahulu.
  3. Membatasi kerusakan dari buffer overflow
    Pada MINIX, semua intruksi dan ruang dari data dipisahkan dan hanya kode yang bersifat read-only di eksekusi di ruang intruksi.

Kebutuhan minimum dari MINIX, menurut situs resminya (MINIX 3) :

  • Processor Pentium, bahkan sekarang sudah mendukung arsitektur ARMv7.
  • RAM : 64MB, akan lebih baik jika sampai 1GB.
  • HD : 635MB, akan lebih baik jika 8GB.

Untuk mencoba MINIX dengan menggunakan virtualisasi, bisa Anda ikuti langkah-langkah di sini : Instalasi MINIX dengan Qemu. Sedangkan file iso-nya bisa di download di sini. Jika Anda memiliki hardware lawas, mungkin Pentium 4, maka akan menarik sekali mencoba MINIX ini.

Saya punya perangkat Raspberry Pi 2, spesifikasinya setara dengan smartphone kelas menengah. Secara teori, sepertinya Raspberry Pi 2 bisa diinstall dengan MINIX 3 karena sudah mendukung arsitektur ARMv7. Tapi saya belum sempat mencoba, hehehe…. mencari microsd yang nganggur dulu.

 

2 Comments

  1. Ga nyangka kalo system operasi kayak gitu ada..

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*