OpenSUSE Distro Linux Yang Menarik Untuk Dicoba

Share

OpenSUSE atau sebelumnya dikenal dengan nama SUSE linux pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 di Jerman yang berbasiskan Linux Slackware. Pertama kali untuk penggunaan komersial, meskipun memiliki lisensi GPL, tidak mudah untuk men-download dan menginstall SUSE. Kemudian tahun 2004 perusahaan Novell membeli SUSE dan kemudian membuka partisipasi komunitas untuk menggunakan dan mengembangkan distro linux ini.

Distribusi linux yang ditawarkan ini selalu dengan kualitas tinggi dan profesional. Ibarat mobil buatan Jerman yang menawarkan kemudahan dan kenyamanan. Para karyawan Novell bekerja sama dengan komunitas untuk proyek distro linux ini. Karena setiap inovasi pertama kali akan bisa dilihat di OpenSUSE dan kemudian berakhir pada edisi komersial SUSE Enterprise Edition. Novell memiliki metode pengujian yang rutin dan selalu memastikan semua bug telah dieliminasi. Menjadikan OpenSUSE menjadi salah satu distro linux terkemuka dan terbaik saat ini.

Saya pertama kali mencoba distro linux ini pada tahun 2005,  setelah dibelikan bukunya oleh Paman Sobat Budiasa. Rilis yang dicoba adalah SUSE linux 10.0 dimana ada 5 CD instalasi. Lumayan daripada download, yang kita tahu pada tahun segitu bandwidth tidak semewah sekarang. Bukunya masih ada di kamar, sedangkan CD nya sudah hilang hehehe… Dikarenakan pada tahun tersebut mulai mendapatkan mata kuliah sistem operasi open source. Tapi di masa kuliah, linux yang dipakai adalah RedHat yang saat ini lebih dikenal sebagai Fedora untuk edisi komunitas.

Pada saat itu SUSE linux 10.0 betul-betul membuat saya takjub. Kalau Anda juga menikmati linux tahun-tahun tersebut pasti akan sedikit kesulitan dengan kompatibilitas hardware. Kadang USB flashdisk pun bisa tidak terbaca, sehingga kita mesti mengoprek sedikit berkas-berkasnya. Apalagi kalau memakai VGA card tipe Nvidia, tidak ada driver dan hardware tidak bisa bekerja dengan maksimal. SUSE linux dapat membaca semua hardware yang terpasang bahkan sampai printer, sehingga sangat nyaman digunakan. Tampilan desktop SUSE linux 10.0 seperti di bawah ini :

menu

 

Tool yang menjadikan OpenSUSE menjadi lain daripada yang lain adalah YaST Control Center. Tool ini mirip dengan Control Panel di Windows. YaST Control Center adalah tool untuk mengkonfigurasi semua hal dari sistem operasi ini serta untuk menginstall dan menghapus software. Selain itu, Anda bisa mengkonfigurasi firewall, boot loader, mengatur lingkungan virtualisasi, mengedit partisi, mengatur hardware,  konfigurasi jaringan dan masih banyak lagi.

Beberapa keuntungan dari OpenSUSE adalah sistem operasi yang sangat solid, komunitas yang besar, update secara reguler dan rilis terbaru yang rutin, dukungan dari edisi Enterprise. Sedangkan kekurangan dari edisi komunitas adalah instalasi driver dan codec multimedia yang kadang harus dioprek sendiri.

Berikut ini alasan mencoba OpenSUSE adalah :

  1. OpenSUSE membuat Anda lebih mudah dalam memilih. Anda dapat menjalankan hampir semua Desktop Environment pada sistem operasi yang sama.
  2. YaST adalah tool yang terbaik sebagai pusat kontrol. Tool ini memberikan Anda kemudahan untuk mengontrol keseluruhan sistem operasi dalam satu tempat.
  3. Sangat mudah untuk menginstal aplikasi third-party. Menginstal software hanya dengan sekali klik dan tidak perlu mengetahui command line.
  4. Pengalaman yang luar biasa ketika menggunakan distro linux ini. Karena OpenSUSE memberikan pengalaman terbaik dengan Desktop Environment yang dipilih. Tema, icon hingga aplikasi terintegrasi dengan baik.
  5. Sebagai pemimpin kontributor untuk proyek-proyek besar. Tim OpenSUSE adalah salah satu kontributor utama untuk banyak proyek open source, termasuk kernel linux.
  6. Memiliki jadwal rilis yang rutin. Fitur Tumbleweed memungkinkan kita untuk menjaga sistem operasi supaya up-to-date tanpa memerlukan instalasi ulang atau upgrade tradisional dari sistem operasi pada umumnya.

Berikut adalah tampilan OpenSUSE saat ini, sedikit berbeda dengan 11 tahun yang lalu.

opensuse1

Sulit untuk menemukan distribusi linux yang sama dengan OpenSUSE. Tapi distro linux ini adalah pilihan yang sangat baik untuk pemula sampai pada pengembang.

3 Comments

  1. Opensuse atau distro linux lain yang bersifat open source memang patut dicoba. Ayo bergabung dengan komunitas linux kami, kunjungi http://linux.blog.gunadarma.ac.id/

  2. Gatry Amalia Sari

    Mei 5, 2017 at 8:16 am

    Terimakasih untuk infonya dan untuk referensi silahkan cek http://www.linux.blog.gunadarma.ac.id

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*