L O A D I N G
Profile image
  • Name

    Yudana
  • Title

    Website Developer
  • Phone

    -
  • Email

    me@yudana.com
  • Date of birth

    -
  • Age

    -
  • Residence

    Bali
  • Freelance Work

blog banner

Google Tag Manager Dan Bagaimana Cara Menggunakannya

Share

Digital marketing berkembang sangat pesat dalam hal data. Apa pun jenis situs yang Anda miliki, apakah itu situs e-commerce, situs web pribadi, atau situs untuk bisnis, adalah sebuah hal penting untuk memahami bagaimana orang berinteraksi dengan situs Anda. Google Analytics dapat memberikan banyak informasi penting dari yang Anda cari, tapi tentu saja memiliki keterbatasan. Dengan menggunakan Google Tag Manager bersama dengan Google Analytics, Anda dapat mengumpulkan lebih banyak data.

Google Tag Manager adalah alat gratis yang memungkinkan Anda mengelola dan menggunakan tag (kumpulan kode atau piksel pelacakan) di situs web Anda (atau aplikasi seluler) tanpa harus mengubah kode sumber dari web Anda.

Tag adalah kumpulan kode yang ditambahkan ke situs untuk mengumpulkan informasi dan mengirimkannya ke pihak ketiga. Anda dapat menggunakan tag untuk semua jenis tujuan, termasuk pelacakan scroll pengguna, pengiriman formulir, melakukan survei, menghasilkan “heat map”, atau melacak bagaimana orang-orang membuka situs Anda. Juga bisa digunakan untuk memantau perilaku pengguna tertentu seperti unduhan file, klik pada tautan tertentu, atau ketika barang dihapus dari keranjang belanja. Begitupun untuk menambahkan kode pelacakan konversi AdWords dan remarketing, DoubleClick Floodlight, dan tentu saja, Google Analytics dengan sangat mudah.

Secara lebih rinci, GTM membuat pengelolaan website menjadi lebih  sederhana dalam proses menambahkan kode JavaScript ke situs web Anda. Anda tidak perlu memperbarui kode di situs web Anda, Anda hanya perlu menggunakan GTM untuk memutuskan apa yang perlu ditambahkan atau dihapus.

Google Tag Manager terdiri dari tiga bagian utama ini:

  1. Tag: kumpulan kode (biasanya JavaScript) yang ditambahkan ke halaman.
  2. Trigger: Menentukan kapan dan di mana tag dieksekusi.
  3. Variable: Digunakan untuk menerima atau menyimpan informasi yang akan digunakan oleh tag dan trigger.

Apa perbedaan antara Google Tag Manager dan Google Analytics?
Google Tag Manager adalah alat yang sangat berbeda yang hanya digunakan untuk menyimpan dan mengelola kode pihak ketiga. Tidak ada laporan atau cara apa pun untuk melakukan analisis di GTM. Script Google Analytics bisa ditambahkan dari GTM dengan sangat mudah, sehingga Anda tidak perlu membuka kode sumber untuk menambahkan script GA.

Penggunaan GTM tidak terbatas hanya untuk situs web standar. GTM juga dapat digunakan untuk mengelola tag untuk situs AMP dan aplikasi seluler. Dalam hal aplikasi seluler, GTM bisa sangat membantu karena memungkinkan Anda menambah dan mengedit tag Anda tanpa harus mengeluarkan versi terbaru dari aplikasi Anda, yang mungkin tidak cepat diunduh oleh pengguna. Dalam beberapa hal, menggunakan GTM untuk situs AMP atau aplikasi seluler sangat mirip dengan menggunakannya untuk situs web biasa, tetapi mereka memiliki perbedaan. 

Keunggulan Google Tag Manager:

  1. Sangat cepat untuk mempublikasikan kode untuk tracking.
  2. Semua tag dikontrol dalam satu tempat
  3. Terdapat alat untuk testing
  4. Sangat mudah digunakan dan gratis
  5. Terdapat versi dari semua yang dipublikasikan, sehingga jika ada kesalahan kita bisa kembali ke versi-versi sebelumnya

Pada artikel selanjutnya akan saya tulis cara menggunakan Google Tag Manager.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *