L O A D I N G
Profile image
  • Name

    Yudana
  • Title

    Website Developer
  • Phone

    -
  • Email

    me@yudana.com
  • Date of birth

    -
  • Age

    -
  • Residence

    Bali
  • Freelance Work

blog banner

Memcached Sistem Caching Dengan Objek Memori Terdistribusi

memcached
Share

Cache adalah perangkat keras atau perangkat lunak yang digunakan untuk menyimpan sesuatu, biasanya data, untuk sementara waktu di lingkungan komputasi. Cache bisa berupa sejumlah kecil memori yang lebih cepat untuk meningkatkan kinerja data yang sering diakses yang disimpan sementara di media penyimpanan yang dapat diakses dengan cepat yang bersifat lokal untuk klien.

Memcached adalah sistem caching open source dan terdistribusi. Memcached memungkinan penyimpanan key-value ke dalam memori sehingga mempercepat pengambilan informasi, yang tentunya akan memakan waktu lebih lama untuk mengambil dari sumber aslinya yang lebih lambat seperti database, sistem file, layanan web dll.

Memcached mem-cache data dari server utama ke cache host/client. Memcached menggunakan metode cache memori “terdistribusi” dari basis data pusat sehingga mempercepat aplikasi web. Dibandingkan dengan Redis yang penyimpan data secara mandiri. Lebih detail mengenai Redis, silakan klik Artikel Redis. Memcached menyimpan semua data dengan desain di dalam memori. Serta “memback-up” datanya dalam hard drive.

Server memberikan array asosiatif dari key-value, kemudian klien mengisi array ini. Panjang key hingga 250 byte dan value dapat berukuran maksimal 1 megabyte. Ketika tabel penuh, sisipan key-value selanjutnya akan menyebabkan data yang berumur lebih tua akan dihapus dari urutan yang paling terakhir digunakan. Memcached menyimpan data berdasarkan pasangan key-value untuk string atau objek kecil termasuk: hasil panggilan basis data, panggilan API
serta hasil dari render halaman.

Dengan demikian keuntungan utama dari memcached adalah

  • Memcached adalah sistem caching memori terdistribusi.
  • Menyimpan data dari server.
  • Mengurangi akses ke database.
  • Memcached dapat berjalan di Unix, Linux, Windows dan Mac OS X. Sehingga Memcached bersifat cross-platform.
  • Cross-DBMS.
  • Murah dan efisien.

Kapan Anda harus menggunakan Memcached dan kapan Anda harus menghindarinya? Anda mungkin sudah mengira bahwa Memcached dirancang untuk mengurangi beban dari basis data. Misalnya, Anda mengoperasikan situs e-commerce. Anda dapat men-cache query yang mengambil deskripsi, opsi pengiriman, dan ketersediaan produk yang berbeda dengan membuat query yang rumit. Jadi setiap kali halaman produk dimuat, query basis data dilewati dan hasilnya diambil dari cache. Tentu saja, dengan cara ini akan meningkatkan kinerja keseluruhan halaman web. Anda hanya perlu memperbarui detail produk ketika mereka berubah.

Namun, terkadang metode caching bukan ide yang baik. Misalnya ketika operasi database melibatkan lebih banyak permintaan pembaruan daripada mengambil permintaan. Jadi, setiap kali database diperbarui, Anda perlu memperbarui cache juga, yang menyebabkan kinerja keseluruhan aplikasi web menjadi turun. Oleh karena itu, meminta basis data menjadi solusi yang lebih baik daripada menggunakan solusi cache.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *