L O A D I N G
Profile image
  • Name

    Yudana
  • Title

    Website Developer
  • Phone

    -
  • Email

    me@yudana.com
  • Date of birth

    -
  • Age

    -
  • Residence

    Bali
  • Freelance Work

blog banner

Mengikuti Perkembangan Bagaimana Men-Design Website

Share

Menulis santai dulu, karena banyak ada kerjaan dan kegiatan. Mungkin CSS dulu ya….

Hmmm… saya mulai menekuni dunia web programming dari tahun 2005 pada saat masih kuliah. Hingga kini mencari nafkah di dunia web programming. Tentunya dalam jangka waktu tersebut, model website sudah mengalami perubahan yang sangat luar biasa. Mulai dari design statis, dinamis, user friendly hingga yang kekinian progressive web application.

Ketika memulai belajar dulu, saya menggunakan macromedia dreamweaver (mungkin masih ada yang menggunakannya saat ini). Javascript dan CSS masih sederhana untuk membuat tampilan yang menarik bagi user. Pembagian kolom pada template atau grid system bahasanya sekarang menggunakan table, iya table tr td. Sehingga akan banyak sekali nested table dan itu bisa dilihat secara visual dari IDE macromedia dreamweaver.

Kemudian tahun 2006 mulailah jQuery diperkenalkan. Framework yang menawarkan kemudahan untuk membuat user interaction yang lebih menarik. Kita bisa merubah style dari button, text atau komponen yang lain dengan berbagai macam trigger misal klik dari user. Sehingga halaman website terlihat tidak statis. Dan ternyata SASS sudah dirilis di tahun ini, klik di sini.

Akhir 2007 atau awal 2008 mulailah sebuah revolusi perubahan grid system dari yang awalnya menggunakan table menjadi menggunakan div dengan css float. Perubahan ini sangat berdampak besar terhadap pola design dari website. Kita bisa memangkas kode table html sehingga membuat halaman menjadi lebih ringan. Sebenarnya saya sendiri masih menggunakan table pada tahun ini hehehe… “float” betul-betul merubah design website secara keseluruhan. Tahun ini sudah pengguna mobile sudah mulai menggeliat.

Responsive design sebenarnya sudah mulai diperkenalkan pada tahun 2010. Sebuah paradigma baru dalam membuat design untuk website. Sebuah design website diharapkan bisa dibuka dari banyak perangkat tanpa mengurangi tampilannya. Beragamnya resolusi layar menjadi sebuah tantangan di dalam menerapkan design yang responsif ini.

Ternyata frontend framework paling populer saat ini yaitu bootstrap lahir tahun 2011, klik di sini 🙂

2012 mulailah era baru dengan munculnya media query. Media query memungkinkan rendering halaman web yang dapat disesuaikan berdasarkan berbagai faktor seperti resolusi atau ukuran layar. Ini adalah salah satu teknik dasar yang digunakan dalam merancang situs responsif.

Sejak tahun 2015, sudah mulai terjadi pergeseran dari pengguna desktop ke mobile. Google mengumumkan sebuah website harus mobile friendly untuk mendapatkan ranking teratas. Sejak saat itu, sepertinya banyak yang kelabakan mesti merubah design websitenya supaya lebih responsif. Mobile friendly adalah sebuah keharusan dalam membuat design.

Dan 2019 sekarang, rata-rata perbandingan pengguna mobile vs desktop = 70 vs 30. Sepertinya social media-lah yang telah merubah semuanya.

Apakah masih ada yang menggunakan dreamweaver atau nested table untuk membuat layout website? 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *